Dari Ghana ke Global: Dampak Susu terhadap Inklusi Keuangan


Dalam beberapa tahun terakhir, konsep inklusi keuangan telah mendapatkan perhatian yang signifikan di seluruh dunia. Gagasan bahwa setiap orang, terlepas dari status ekonominya, harus memiliki akses terhadap layanan keuangan seperti tabungan, kredit, asuransi, dan layanan pembayaran merupakan hal yang penting untuk mendorong pembangunan ekonomi dan mengurangi kemiskinan. Salah satu metode tradisional inklusi keuangan yang mendapatkan daya tarik di Ghana dan sekitarnya adalah praktik susu.

Susu, juga dikenal sebagai kotak susu atau klub tabungan, adalah sistem simpan pinjam tradisional yang berasal dari Ghana dan telah dipraktikkan selama berabad-abad dalam berbagai bentuk di Afrika dan Karibia. Konsepnya sederhana: sekelompok individu mengumpulkan uang mereka bersama-sama secara teratur, biasanya mingguan atau bulanan, dan memutar jumlah tersebut ke setiap anggota secara bergiliran. Dengan cara ini, setiap anggota memiliki akses terhadap jumlah uang yang lebih besar secara berkala, sehingga mereka dapat menabung untuk pengeluaran yang lebih besar atau berinvestasi dalam kegiatan yang menghasilkan pendapatan.

Dampak susu terhadap inklusi keuangan sangat besar, terutama di negara-negara yang akses terhadap layanan perbankan formal terbatas. Di Ghana, misalnya, susu memainkan peran penting dalam menyediakan layanan keuangan kepada masyarakat yang tidak mempunyai rekening bank dan tidak memiliki rekening bank, yang sering kali tidak memiliki dokumentasi atau jaminan yang diperlukan untuk membuka rekening bank atau memenuhi syarat untuk mendapatkan pinjaman. Dengan berpartisipasi dalam susu group, individu dapat mengakses layanan simpanan dan kredit tanpa memerlukan infrastruktur perbankan tradisional.

Lebih jauh lagi, susu mempromosikan budaya menabung dan disiplin keuangan di antara para anggotanya, karena kontribusi dan pembayaran rutin mendorong perilaku keuangan yang bertanggung jawab. Hal ini dapat mengarah pada peningkatan literasi dan pemberdayaan keuangan, ketika individu belajar bagaimana mengelola uang mereka secara efektif dan membuat keputusan yang tepat mengenai keuangan mereka.

Dalam beberapa tahun terakhir, popularitas susu telah meluas ke luar Ghana dan negara-negara lain, karena model tersebut terbukti efektif dalam mendorong inklusi keuangan dan pemberdayaan ekonomi. Di Amerika Serikat, misalnya, kelompok susu didirikan di komunitas imigran sebagai cara untuk memberikan layanan keuangan kepada mereka yang mungkin tidak memiliki akses terhadap pilihan perbankan tradisional.

Secara keseluruhan, susu mempunyai potensi untuk memainkan peran penting dalam memajukan inklusi keuangan dalam skala global. Dengan memberikan akses kepada masyarakat terhadap layanan simpan pinjam dengan cara yang sederhana dan mudah diakses, susu dapat membantu menjembatani kesenjangan antara lembaga keuangan yang tidak mempunyai rekening bank dan lembaga keuangan formal, sehingga menghasilkan peluang ekonomi yang lebih besar dan kesejahteraan bagi semua orang.